[FF] I Love You, Donghae Oppa

Cast :
Im Yoona
Lee Donghae
Genre : Romance
Rating : 15+

Lagi-lagi aku iseng dengan melanjutkan FF I Love You, Donghae Sonsaengnim… anggap aja ini sekuelnya yaa ..
Happy Reading~ maaf kalo ceritanya geje..hha XDD

            ~I Love You, Donghae Oppa~

“Yeeeeeaaa! Kita lulus!!!” sorak Yoona dan Yul bersamaan saat keluar dari aula setelah upacara pelepasan selesai. Wajah mereka begitu sumringah, apalagi mereka masuk di universitas yang sama.

“Yoong, aku mencari Yesung Oppa dulu ya!” pamit Yuri dan langsung menerobos rombongan siswa-siswa yang lulus dan menghilang dari pandangan Yoona.

Yoona mulai melangkah ke arah yang pada umumnya berlawanan dengan yang lainnya. Ia mendekap tas jinjing miliknya dengan erat. Angin musim dingin masih terasa lebih kuat membuatnya mempererat dekapannya. ‘Akhirnya, kelulusanku tiba… huh, aku akan menagih janjinya! Dia ternyata benar-benar serius waktu mengatakan tidak ingin menyentuhku…huft.. tapi dia malah menciumku waktu aku memprotesnya…ah, kyaaa~!’ Yoona membatin senang mengingat memori sekitar 4 bulan yang lalu itu.

Sudah selama itu pula mereka menjalin hubungan yang resmi tetapi tetap menyembunyikan hubungan mereka di dalam sekolah. Walaupun Yoona terlampau sering mengunjungi ruang guru, hanya karena ingin melihat kekasihnya dengan alibi mengantarkan daftar hadir, tugas, dll. Semua itu membuat Donghae takut ketahuan guru-guru yang lain. Terlebih lagi sifat Yoona yang masih kekanak-kanakan di saat mereka berkencan di luar sekolah membuat Donghae yang terpaut umur 6 tahun dengan muridnya itu lebih berhati-hati dalam bertindak.

‘Tapi … kalau begitu aku tidak akan sering bertemu dengan Sonsaengnim?’ keluh Yoona. ‘Bagaimana dia kalau melupakanku? Bagaimana dia kalau selingkuh??’ Yoona berimajinasi berlebihan. Ia ketakutan akibat ulahnya sendiri.

“Hei Im Yoona sedang apa kau disana?” seru Donghae.

Yoona berhenti, ia tidak sadar sudah sampai di tempat dimana ia akan bertemu dengan Donghae.

“Ah, Sonsaengnim~!!!” seru Yoona langsung berlari bersiap memeluk Donghae. Dengan lihai, Donghae segera menghindar.

“Sonsaengnim! Bukankah aku sudah lulus?? Bahkan aku mendapat nilai sempurna di mata pelajaranmu??” Yoona mulai memprotes dan memberengut kesal.

“Iya, Im Yoona. Tapi, tidak disini…Oke?” ucap Donghae tenang. Namun Yoona masih merengut.

“Sudah, sudah…jangan kesal begitu..” Donghae mengacak pelan puncak kepala Yoona. Yoona pun segera tersenyum. ‘Gadis ini, moodnya mudah sekali berubah…’ Donghae membatin.

“Sonsaengnim, aku lulus!”seru Yoona senang.

“Aku tahu, Im Yoona” ucap Donghae singkat. Seketika raut wajah Yoona berubah menjadi tak bersemangat. “Wae?” Tanya Donghae khawatir.

“Berarti aku tidak bisa sering bertemu dengan Sonsaengnim lagi….” Yoona merengut, ia melipat bibirnya kesal.

“Hahaha.. jadi itu yang kau khawatirkan? Tenanglah Yoona, kita akan sering bertemu di luar bukan?” ucap Donghae menenangkan. Namun Yoona menggeleng kepalanya.

“Bukan itu saja! Setelah itu kita akan jauh, jarang bertemu dan yang aku takutkan bagaimana kalau Sonsaengnim …selingkuh?”

“Yoona bicaramu aneh… Aku jadi tidak mengerti mengapa kau bisa pintar dalam pelajaran sains?”

“Sonsaengnim! Aku benar-benar serius! Aku takut…” Yoona tiba-tiba berjongkok dan menelungkupkan kedua tangannya. Menangis.

Donghae menghela nafas berat. ‘Susahnya pacaran dengan remaja labil…’ batin Donghae.
“Yoona, dengarkan aku… memangnya kau percaya aku akan selingkuh?” Tanya Donghae yang ikut berjongkok.

Yoona mengangkat wajahnya dengan pipi yang basah. “Ini berbeda Sonsaengnim…situasi akan membuat kita tidak bisa mengetahui keadaan diri kita masing-masing. Aku takut…” jelas Yoona.

“Berarti kau tidak percaya padaku?” Yoona segera menggeleng keras.

“Aku percaya Sonsaengnim!” ucap Yoona dengan suara lantang.

“Kalau begitu kau tidak usah khawatir…” ujar Donghae dengan sembari mengelap pipi Yoona dengan sapu tangan miliknya. Yoona menatap Donghae berharap penjelasan yang lebih.

“Aku pun percaya padamu, maka aku pun tidak usah mengkhawatirkannya… Bukankah kita sudah saling percaya?” tutur Donghae. Yoona tak berkata apapun, ia terlalu takjub dengan penjelasan Donghae. Dengan tiba-tiba, ia langsung memeluk Donghae.

“Sonsaengnim, terima kasih!!” ujar Yoona dalam pelukan Donghae. Donghae yang terkejut dengan pelukan tiba-tiba Yoona ia pun tersenyum dan membalas pelukannya.

**

Lusanya…

“Sonsaengnim, apa kau menunggu lama?” Tanya Yoona ketika baru saja keluar dari rumahnya dan masuk ke dalam mobil Donghae. Donghae menggeleng sembari tersenyum.

“Sebenarnya kita akan kemana?” Tanya Yoona penasaran.

“Hanya kencan biasa seperti pasangan kekasih..” jelas Donghae singkat. Yoona yang mendengarnya tersenyum senang.

‘Sudah lama aku tidak berkencan dengan Sonsaengnim… Hari ini, karena aku sudah tidak berseragam SMA lagi apa bisa berkencan normal?’ batin Yoona.

Mereka sudah sampai di tempat tujuan mereka, hal pertama yang akan mereka lakukan adalah menonton film. Yoona merangkul lengan Donghae, Donghae membiarkannya begitu saja.

“Sonsaengnim! Apa kita terlihat seperti sepasang kekasih sekarang?” Tanya Yoona sembari memerhatikan pasangan-pasangan yang lalu-lalang di sekitar mereka.

“Tentu saja! Kau pikir kita berdua ini ayah dan anak?” ucap Donghae, merasa aneh dengan pertanyaan Yoona.

“Tidak, hanya saja aku takut kita berdua masih terlihat seperti seorang murid dan guru…” ucap Yoona sembari mengerucutkan bibirnya.

Film sudah dimulai, film pilihan Donghae yang bertemakan peperangan dan politik di dalamnya. Sudah 20 menit menonton, Yoona merasa bosan terlebih lagi dia tidak mengerti jalan ceritanya pada akhirnya ia tertidur.

Donghae menoleh ke arah Yoona dan melihat dirinya yang tertidur. Ia menggeleng pelan dan diraihnya kepala Yoona sehingga bersender di bahunya. Tangan Yoona yang bebas, segera ia genggam erat. ‘Aku belum pernah menggengam tanganmu seperti ini…’ batinnya.

Adegan film memasuki adegan dimana tokoh lelaki mencium wanita dengan panas. Seketika pasangan-pasangan di sekeliling mereka pun mengikuti adegan film tersebut. ‘Apa-apaan anak muda jaman sekarang? Bahkan mereka tidak malu melakukannya di tempat umum begini…’ pikirnya sambil menggelengkan kepala. Ia menoleh pada Yoona yang tertidur, ‘Aku bahkan menahan keinginanku menyentuhnya 4 bulan ini…’ ungkapnya.

Hingga film ini berakhir, Yoona masih saja tertidur. Donghae tidak tega membangunkan Yoona, namun orang-orang sudah mulai keluar dari bioskop.

“Yoona kau mau tidur sampai kapan?” Donghae berbisik di telinga Yoona. Yoona malah menggeliat pelan dan melanjutkan tidurnya.

“Hei, kau mau menginap disini apa??” lanjut Donghae. Yoona membuka kedua matanya.

“Filmnya sudah selesai?” tanyanya.

“Sudah, ayo kita pergi..” ajak Donghae dan menarik tangan Yoona dalam genggamannya.

‘Tangan Sonsaengnim… Apakah sejak aku tertidur dia menggenggam tanganku..?’ Tanya Yoona dalam batin.

Mereka berdua makan siang di salah satu restoran terdekat.

“Oppa! Suapi aku!” pinta seorang yeoja di meja sebelah mereka. Sang kekasih, dengan nyaman menyuapi makanan ke yeoja itu. Yoona memerhatikan tingkah-tingkah mereka sembari mempelajarinya. Donghae dengan tenang membakar daging-daging ke atas pembakaran.

“Apa kau ingin melakukan hal itu?” Tanya Donghae karena melihat Yoona begitu serius memerhatikan pasangan di sebelah mereka.

Yoona menoleh, “Jika Sonsaengnim melakukannya, aku tak akan menolak!” ucapnya diakhiri senyuman manis. ‘Yeoja ini mudah ditebak…’

Setelah daging siap untuk dimakan, dengan sigap Yoona mengambilnya dan membungkusnya dengan selada.

“Sonsaengnim, aaaa~..” Yoona menyodorkannya ke mulut Donghae.

“Hei, aku baru saja membuat untukku sendiri…” ujar Donghae.

“Sonsaengnim, sudahlah ayo cepat dimakan! Jika tidak, aku tidak akan senang…” jelas Yoona. Donghae menatap Yoona sebentar, dan memakannya.

“Bagaimana?” Tanya Yoona. Donghae hanya mengacungkan ibu jarinya, mulutnya penuh dengan makanan yang harus dikunyahnya.

“Kau juga!” Donghae menyodorkannya juga pada Yoona. Yoona menyambutnya dengan gembira.

**

Malam harinya, mereka berdua beristirahat di taman kota beserta dua cup kopi yang mengepul menemani mereka.

“Apa kau lelah?” Tanya Donghae.

Yoona menggeleng, “Tentu saja tidak! Bersama Sonsaengnim tidak akan membuatku lelah…”

“Jangan berbohong! Kita tadi sudah seharian bermain kau tidak lelah?”

Yoona kembali menggeleng, “Bagiku, Sonsaengnim seperti energi untukku dengan hanya melihatmu saja aku jadi bersemangat…” ungkap Yoona sembari memeluk lengan kanan Donghae dan bersender di bahunya.

Donghae membiarkan Yoona berlama-lama memeluk lengannya, ia memerhatikan gadis itu dengan lama.

“Bolehkah aku bertanya sesuatu? Im Yoona?” Tanya Donghae berbisik.

“Tanyakan saja, Sonsaengnim…” ucap Yoona sambil membenarkan posisi duduknya.

Donghae menghela nafas berat, “Sampai kapan kau akan memanggilku Sonsaengnim? Aku bukan gurumu lagi Yoona!”

“Kenapa? Aku menyukainya!”

“Bukan begitu… jika di tempat umum seperti tadi, kau tidak memikirkan bagaimana pendapat orang lain kau memanggilku Sonsaengnim sedangkan kita sedang berduaan begitu?”

“Ah, benar juga… kalau begitu aku panggil nama saja.. Donghae! Lee Donghae!” ujar Yoona.

Donghae menyentil dahi Yoona. “Aww, appo~!” Yoona mengerang.

“Ingat, aku lebih tua darimu!” Donghae mengingatkan.

“Kalau begitu, aku harus memanggilmu Oppa?” Tanya Yoona. Donghae mengangguk membenarkan sembari tersenyum puas dan mengacungkan jempolnya. Ia sangat menyukainya.

“Donghae Oppa? Ah, tidak buruk juga…” ujar Yoona.

Tiba-tiba Donghae berdiri di atas bangku, merentangkan kedua tangannya lebar-lebar dan berteriak. “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~!!!!”

“Sonsaengnim , eh Oppa apa yang kau lakukan?” Tanya Yoona heran.

“Aku hanya ingin mengekspresikan perasaanku, kau juga harus mencobanya Yoona!” suruh Donghae. Tanpa aba-aba Yoona pun mengikuti Donghae berdiri dan merentangkan kedua tangannya dan berteriak.

“I LOVE YOU DONGHAE OPPA~!!!!!!” teriak Yoona. Donghae menoleh ke arah Yoona, disana Yoona menyambutnya dengan tersenyum gembira.

“I LOVE YOU IM YOONAAA~!!!!” balas Donghae berteriak. Mereka berdua saling berpandangan, tersenyum satu sama lain.

Kemudian Donghae meloncat turun ke bawah. Ia kembali merentangkan kedua tangannya.
“Apa kau tidak ingin memelukku, Yoona?” tanyanya.

“Bolehkah?” Tanya Yoona sembari ragu. Donghae menganggukkan kepalanya dan mengisyaratkan Yoona untuk segera memeluknya. Kemudian Yoona langsung loncat ke arah Donghae, Donghae pun menangkap Yoona dan memutarnya tubuh Yoona agar tak terjatuh.

Yoona memeluk Donghae, keduanya menghangatkan diri mereka masing-masing dari terpaan angin musim dingin yang menusuk tulang. Tak lama, Yoona melonggarkan pelukannya dan menatap Donghae.

“Donghae Oppa..”

“Wae?”

“Bolehkah aku menciummu?” Tanya Yoona. Donghae menyentil dahi Yoona.

“Kau tidak malu mengatakan itu? Hahaha” ucap Donghae. Yoona cemberut.

“Jadi boleh atau tidak?” Tanya Yoona kesal.

“Tidak boleh!”

“Mwo?? Wae? Aku kan sudah bukan SMA lagi Oppa!!” Yoona memprotes. Ia sudah terbiasa memanggil sebutan ‘Oppa’.

“Dengarkan aku dulu… Tidak boleh, karena harus aku lebih dulu yang melakukannya!” ungkap Donghae. Yoona sedikit membelalakkan matanya ketika Donghae mulai memegang tengkuknya dan mendekatkan wajahnya.

Donghae mencium Yoona dengan lembut. Yoona membalas ciumannya. Mereka berdua berciuman seakan dunia hanya milik mereka berdua, tanpa memerhatikan keadaan sekitar. Donghae mengakhiri ciuman mereka, wajah keduanya berubah merah seketika.

“Ah, ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu….” ujar Donghae memecah kecanggungan di antara mereka berdua.

Donghae mengeluarkan sebuah kotak dan membukanya kemudian menunjukkannya pada Yoona. “Bagaimana? Apa kau suka?” Tanya Donghae.

“Woaah, cantik sekali Oppa…” ungkap Yoona sembari mengambil jepitan rambut perak berbentuk hati itu.

“Kuperhatikan kau selalu menjepit ponimu ke atas, jadi aku khusus membuatkan ini untukmu…” ungkap Donghae. Ia mengambil jepitan itu dan mengganti jepitan kuning yang dipakai Yoona dengannya. Setelah ia memakaikannya, ia tersenyum puas.

“Bagaimana? Apakah aku cantik?” Tanya Yoona polos.

“Hahaha… Kau cantik, bahkan jika tidak memakai jepit ini sekalipun…” jelas Donghae. Yoona hanya tersipu malu.

“Kau harus menyimpannya dengan baik!” lanjut Donghae.

“Tentu saja! Bahkan aku akan memakainya setiap hari, Oppa!” ujar Yoona bersemangat. Donghae hanya tertawa.

“Oppa! Aku juga punya sesuatu untukmu!”

“Benarkah?” Donghae penasaran. Yoona mengangguk membenarkan.

“Tutup matamu!” pinta Yoona.

“Kenapa harus menutup mata?”

“Sudah, turuti saja apa kataku…”

Donghae pun menutup kedua matanya. Yoona segera berjinjit dan mencium kilat bibir Donghae. Kemudian ia segera berlari kabur.

“Ya! Im Yoona kau jangan mendahuluiku!!” protes Donghae langsung mengejar Yoona. Yoona hanya tertawa dan berlari menjauh.

“Ayo Oppa tangkap aku kalau kau bisa!” seru Yoona. Namun usahanya menantang Donghae percuma, karena Donghae berlari lebih cepat darinya sehingga dapat mengejarnya dengan mudah. Donghae memeluk pinggang Yoona.

“Kena kau!”

“Ah, Oppa mian…” ujar Yoona memohon ampun.

“Tidak ada ampun bagimu! Kau harus aku beri hukuman!!” tegas Donghae.

Donghae kembali mencium Yoona. Kali ini tak kalah lama dengan ciuman mereka sebelumnya. Setelah keduanya mengakhiri, Yoona langsung membuka suara.

“Itu hukumannya?” Tanya Yoona. Donghae mengangguk.

“Kalau hukumannya begitu, aku akan melakukannya terus menerus!”

Donghae menyentil dahi Yoona. Lagi. “Dasar kau mesum!”

“Oppa, aku tidak mesum…” protes Yoona. Donghae hanya meninggalkan Yoona sembari tersenyum-senyum geli.

“Oppa jangan tinggalkan aku!!” Yoona menghampiri Donghae dan langsung merangkul lengannya. Donghae melepas rangkulannya dan menggantinya dengan genggaman erat diantara kedua tangan mereka. Yoona tersenyum melihat perlakuan Donghae padanya.

~THE END~

About these ads
Tinggalkan komentar

28 Komentar

  1. anita elfishyoonaddict

     /  Januari 19, 2012

    keren thor…. lanjut dong heheee :D
    sehari ciumannya 3x… daebak… wkwkwkwkwkwk XD

    Balas
  2. haneunwoo1

     /  Januari 19, 2012

    aku mau ada sequelll lagiii…harus ada konfliknya biar menantang (?)..please author jeballllll….

    Balas
  3. kyunaddict

     /  Januari 20, 2012

    kyaa aku mau sequel didalam sequel lagi! *mwo? hahah :D ceritanya unyu bangeeet :’)

    Balas
  4. DeerYoongie

     /  Januari 20, 2012

    Aaaa~ lucu gaya pacarannya YoonHae, bikin senyamsenyum bacanya >< keke~ apalagi peran Yoona yang masih polos + ababil XD

    Woaahh.. scane ciumannya ampe 3 kali wekekek
    Ada sekuelnya lagi gak thor? ~.*

    Balas
  5. mochichi

     /  Januari 25, 2012

    wahhh, part ini so sweet bgt.
    padahal pertama2 kupikir bakal ada konflik masalah perbedaan umur jadi ada perbedaan kebiasaan Yoona yg childish n Hae yg serius.
    sekuel lain aja deh.hehehe

    Balas
  6. Gyaaa so sweett
    mupeng…uhuhu
    y0onhae daebak..

    Balas
  7. meti

     /  Februari 5, 2012

    kyaaa kalo hukumannya gitu aku juga mau.hehe -,-

    Balas
  8. mochichi

     /  Februari 7, 2012

    menanti ff baru tp blm ada update-an, akhirnya baca ini lagi, ga bosen2,
    hehehe…
    so sweet sih… kyaaaa (>.<)n

    Balas
  9. woahhhh.. so sweet YoonHaenya kkk~
    bahagia liat mereka ber-2 bahagia #bawaan pyro kali
    wahh ditunggu yahh eonni FF YoonHae lainnya
    KEEP WRITING!! ^^

    Balas
  10. YeEunHae

     /  Juli 25, 2012

    Huuaa kerenn so sweet bngt !!!
    I LIKE IT

    Balas
  11. tya nengsih

     /  Juli 31, 2012

    Romantis banget yoonhae……

    Balas
  12. aaaa lucuuuu ><

    sequel nyaaa doong hehehehe

    keep writing eonni^^b~

    Balas
  13. donghyun *pyro*

     /  Desember 8, 2012

    daebak chingu..keep writing yoonhae ff :)

    Balas
  14. so sweet jadi iri :((,daebak gpp haeppa walaupun cuma jadi guru yg pntng guru yg kece cetar membahana

    Balas
  15. Keren bgt,,y ampun dsni haeppa dwsa bgt bda ma haeppa yg biasany..
    kalo hukumanny dkiss ma haeppa aq juga mau lagee,, plaaakkk…*ditabok ma elfishy*
    lanjtin lg ya,,gomawO

    Balas
  16. Maria javvad malik

     /  Januari 25, 2013

    Ah so sweet..

    Balas
  17. regina

     /  Maret 19, 2013

    so sweet bgt dah YoonHae ^^

    Balas
  18. yoona polos banget .. mau donk punya songsaenim kayak donghae hahahaha

    Balas
  19. Riski Nur Arifiani

     /  Agustus 17, 2013

    Wiih keren :)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: